Kamu saat ini sedang membaca Bijin kōshaku reijō ga zense de yamu hodo daisukidatta aite ga, jitsuwa zense no ore to iu koto o zettai ni kakushi tōsanaito ikenai kudan ni tsuite chapter 23. Kalo kamu menyukai karya ini silahkan tinggalkan jejak komentar. Dan juga jangan lupa dukung mimin dengan cara donet se iklasnya di Trkateer mimin buat mimin makin semagat+buat dana untuk beli raw
"Hari ini cuaca cerah, Fereal!"
"……"
Keesokan harinya, saat aku pergi ke akademi, Grendel-san menyapaku dengan suara penuh semangat, tapi aku sama sekali tidak bisa menyesuaikan diri dengan semangat Grendel-san saat ini, jadi aku tidak bisa membalas dan hanya terdiam.
"Ada apa dengan tatapan kosong itu? Apa jangan-jangan kau kurang tidur────"
Saat Grendel-san sedang berbicara padaku, Charlotte-san yang ada di sebelahku menarik Grendel-san sedikit menjauh.
"Grendel, jangan bicara pada Al sekarang…… sepertinya suasana hatinya sedang kacau."
"Kemarin aku pikir suasana hati Charlotte Anastasia yang muram, sekarang malah Fereal yang tidak muram……? Memang luar biasa bisa membuat Charlotte Anastasia bangkit kembali, tapi kalo gantinya suasana hatinya sendiri yang jatuh, itu sama saja tidak ada gunanya……tapi, berbeda dengan Charlotte Anastasia, pada Fereal aku bisa bicara dengan tegas."
"Tunggu."
Ketika Grendel-san hendak melangkah ke arahku, Charlotte-san menahannya dengan suaranya.
"Biar aku yang mengurus Al, jadi kau Grendel jangan ikut campur."
"Mungkin Charlotte Anastasia tidak mengerti, tapi terkadang ada hal yang hanya bisa dibicarakan sesama laki-laki."
"Hubunganku dengan Al tidak akan kalah hanya karena alasan sepele kalo kalian sesama jenis……pokoknya, biar aku yang mengurus Al, jadi Grendel jangan lakukan apa pun."
"……Begitu ya, memang luar biasa Charlotte Anastasia. Kalo kau sudah berkata sejauh itu, maka aku tidak akan melakukan apa pun."
Grendel-san menjauh dari Charlotte-san, dan kali ini tidak mendekat padaku.
Lalu, Charlotte-san datang ke sisiku.
Aku tidak mendengar isi percakapan mereka, tapi sebenarnya apa yang mereka bicarakan…… meski begitu, sekarang aku tidak dalam kondisi untuk memikirkannya.
"Al, apa kau baik-baik saja? Tidak apa-apa kalo kau bolos akademi, tahu?"
"Tapi, kalo aku melakukan itu, Charlotte-san pasti juga ikut bolos karena ingin tetap berada di sisiku, dan apa pun yang kukatakan kau tidak akan mau mendengarnya."
"Soalnya aku ingin berada di sisi Al."
"……Kalo hanya aku tidak apa-apa, tapi aku tidak bisa sampai menyusahkan Charlotte-san juga."
"Menyusahkan? Tidak begitu, aku sama sekali tidak menganggapnya sebagai beban…… kalo itu untuk orang yang penting bagiku, aku mau melakukan apa pun."
Kalo itu untuk orang yang penting, dia mau melakukan apa pun……kah.
Mendengar itu, dalam benakku muncul pertanyaan besar……aku ingin segera menanyakannya, tapi di dalam akademi rasanya mustahil.
"……Charlotte-san, hari ini setelah pulang bolehkah aku meminta waktumu lagi?"
"Iya! Kalo itu untuk Al, sebanyak apa pun waktuku akan aku berikan."
"……Terima kasih."
Hari itu, aku mengikuti pelajaran dengan pikiran kosong.
Waktu terasa tidak panjang atau pun pendek, dan tanpa aku sadari semua pelajaran sudah selesai.
Kemudian, saat kembali dengan kereta ke kediaman keluarga Anastasia, sesuai janji aku meminta waktu Charlotte-san, dan kami duduk berdampingan di atas tempat tidur di kamarnya.
Charlotte-san tidak mengatakan apa-apa.
Pasti dia sedang menunggu aku bicara lebih dulu.
Kalo aku yang meminta waktunya tapi aku juga diam, tidak akan ada yang maju. Maka aku pun membuka mulut.
"Charlotte-san, ada satu hal yang ingin aku tanyakan."
"Iya, apa pun itu tanyakan saja."
Charlotte-san menjawab dengan suara lembut.
……Meski agak sulit untuk ditanyakan, tapi sekarang aku benar-benar butuh jawabannya, jadi aku pun bertanya.
"Charlotte-san…… apa kau tidak menyesal mengejar orang yang kau sukai dan datang ke dunia ini?"
"……Menyesal?"
"Soalnya, Charlotte-san kan di kehidupan lalu bisa melakukan apa pun dan kaya raya, kan? Kau memang bilang itu menyiksa, tapi mungkin saja seiring berjalannya waktu kamu bisa menemukan pemahaman baru dan tidak lagi menganggapnya sebagai penderitaan…… Lagipula, kalo kau tidak bertemu dengan orang itu, bukankah kau tetap bisa hidup di dunia sebelumnya tanpa harus kehilangan segalanya? Jadi, tidak pernahkah kau berpikir lebih baik tidak pernah bertemu dengannya?"
"Tidak pernah."
"……!"
Charlotte-san menjawab dengan tegas, dan di matanya terlihay ada tekad yang kuat……yang terasa begitu menyilaukan bagiku sekarang.
Kemudian, Charlotte-san melanjutkan.
"Kalo dibandingkan antara bertemu dengannya lalu tidak bisa lagi hidup di kehidupan lalu, dengan tidak bertemu dengannya lalu tetap melanjutkan kehidupan lama……aku pasti akan memilih bertemu dengannya meski akhirnya tidak bisa lagi hidup di sana……mungkin orang lain tidak akan mengerti, tapi hidupku sebelum bertemu dia, Aruto-kun, sungguh tidak ada artinya sama sekali……jadi, kalo pun aku hidup tanpa bertemu dengannya, pasti tidak akan ada kebahagiaan."
"Tapi, kemungkinan itu tetap ada────"
"Mungkin benar, kemungkinan itu ada……tapi aku bukan hidup dengan kemungkinan itu, melainkan hidup karena telah bisa bertemu dengan Aruto-kun yang bagiku adalah sosok mutlak……jadi, bisa datang ke dunia ini dengan mengejarnya, bisa bertemu dengannya lagi, bisa mencintainya lagi, itu semua tidak akan pernah membuatku menyesalmenyesal."
Charlotte-san berkata demikian sambil tersenyum cerah.
……Begitu ya.
Selama ini aku terus memikirkan Reijou-san, merasa telah merenggut masa depannya…… tapi ternyata aku hanya terus menyalahkan diriku sendiri dan hanya melihat diriku sendiri.
Padahal, kalo aku benar-benar melihat Reijou-san sekarang…… Charlotte-san, dia sedang tersenyum secerah ini.
Tidak peduli kehidupan lalu atau sekarang, hanya itu saja sudah cukup membuatku bahagia…… kalau begitu.
"Charlotte-san, ada sesuatu yang ingin kusampaikan────"
Saat aku hendak mengungkapkan jati diriku pada Charlotte-san, dia kembali membuka mulut.
"Lalu, kalo aku bisa bertemu dengannya lagi, supaya tidak menyesal seperti dulu, aku akan mengurung dia di kamarku! Karena kalo dia ada kamarku, sekalipun ada yang mengincar posisi adipati keluarga Anastasia, menembus penjagaan sampai ke kamarku akan sulit…… dan sekalipun ada yang sampai masuk, aku bisa melindunginya…… aku akan memberinya makan makanan buatanku, malamnya setiap hari berhubungan dengannya, lalu tidur bersama di ranjang──── ah, maaf, aku kebablasan membayangkan kehidupan ideal bersamanya. Apa tadi kau bilang sesuatu?"
……Charlotte-san sudah menjawab dengan alasan jelas kalo dia tidak menyesal meninggalkan segala kemungkinan cemerlang kehidupan lalu untuk datang ke dunia ini, dan aku menyadari kesalahanku.
Di saat yang sama, aku juga merasa sangat bahagia melihat Charlotte-san yang bisa tersenyum secerah ini.
Jadi, untuk sekarang aku sudah tidak punya alasan lagi untuk terus terpuruk.
Aku bisa kembali menjalani hidup seperti biasa.
……Tapi──── kalo aku mengungkapkan jati diriku, apakah aku akan menjalani kehidupan seperti yang tadi digambarkan Charlotte-san?
……Itu, agak berbahaya.
"……Tidak jadi, itu bukan apa-apa."
"Begitu?"
"Iya…… tapi setidaknya aku sudah merasa lebih baik sekarang, jadi tidak apa-apa."
"Iya, sepertinya begitu…… kau sudah berusaha keras."
"……Maaf sudah membuatmu khawatir."
"Tidak apa-apa, aku senang karena Al sudah kembali ceria."
Setelah berkata begitu, Charlotte-san mengelus kepalaku dengan lembut.
……Demi Charlotte-san juga, suatu saat nanti aku pasti akan mengungkapkan jati diriku.
Tapi, itu bukan sekarang……setidaknya sampai pandangan Charlotte-san tentang kehidupan idealnya sedikit berubah, aku harus tetap menyembunyikannya.
Aku merasa itu akan jadi hal yang berat lagi, tapi──── kalo membayangkan apa yang menantiku di sana, bahkan waktu itu pun pasti akan terasa menyenangkan.

