> Cerita 3

Cerita 3

 Kamu saat ini sedang membaca   Tsukushita garina uchi no yome ni tsuite derete mo ī ka?  volume 1,  chapter 4 cerita 3. Kalo kamu menyukai karya ini silahkan tinggalkan jejak komentar. Dan juga jangan lupa dukung mimin dengan cara donet se iklasnya di Trkateer mimin buat mimin makinsemagat+buat dana untuk beli raw


HARI MINGGU YANG KAMI HABISKAN BERSAMA DENGAN BERMAIN GAME ATAS PERMINTAAN ISTRI KU




Akhir-akhir ini, Riko sering mengundangku untuk berbagai kegiatan, seperti saat waktu santai setelah makan malam atau di hari libur kerjaku.


"Minato-kun, apa kamu punya rencana hari ini? Kalau kami ada waktu, aku ingin sekali menghabiskan waktu bersama."


Kalau dia meminta seperti itu dengan sikap yang penuh rasa sungkan, aku pasti akan membatalkan rencana apapun dan menemani Riko.


Yah, sebenarnya aku tidak punya rencana khusus.


Dan hari ini lagi-lagi──.


"Minato-kun, apa kami libur hari ini?"


"Ya. Sudah lama sekali sejak aku mendapat hari libur dari pekerjaan paruh waktuku di hari Minggu."


"Apa yang akan kamu lakukan?"


"Hmm..."


Setelah bekerja, biasanya aku menonton film, jadi mungkin kali ini aku akan bermain game.


Saat aku memberitahunya, Riko bilang dia ingin melakukannya bersama.


Di rumah, kami memiliki konsol game dan handheld yang terhubung, jadi tidak ada alasan kami tidak bisa bermain bersama.


"Tapi bagaimana menurutmu? Ini adalah permainan dimana kamu hanya perlu berburu, jadi aku penasaran apakah Riko akan menikmatinya."


"Aku tidak tahu apakah aku bisa melakukannya dengan baik, tapi jika Minato-kun bermain denganku, pasti itu akan menyenangkan."


Apa-apaan ini...!


Aku merasa tertekan untuk membuat Riko senang.


Setelah sarapan, kami duduk di sofa ruang tamu dan mulai bermain game.


Di meja rendah di depan TV, terdapat ginger ale dan camilan yang disiapkan oleh Riko. Sejak suatu percakapan di mana aku menyebutkan 'ginger ale adalah soda favoritku’ dan sejak saat itu, botol-botolnya kini selalu ada di kulkas kami.


Kebiasaan Riko yang perhatian ini bahkan terlihat pada hal-hal kecil seperti ini.


Tentu saja, alasan aku jatuh cinta pada Riko bukan hanya karena dia melakukan segalanya untukku.


Tapi, aku benar-benar menghargai kepedulian dan kemampuannya untuk menemukan hal-hal yang bisa membuatku senang dari percakapan biasa, tanpa aku harus meminta.


Bagaimanapun, dia sudah menjadi seorang dewi...


"Minato-kun? Ada apa kenapa kamu melamun?"


"Ah! T-tidak ada apa-apa! ── Pertama-tama, mari kita mulai dengan membuat karakter."


Menghabiskan hari libur dengan bermain game bersama orang yang ku sukai adalah hal yang sangat istimewa. Aku berusaha untuk tidak memikirkan hal ini terlalu dalam, karena jika aku terlalu sadar, aku mungkin akan membuat kesalahan.


Yang penting, aku harus berusaha sebaik mungkin agar Riko tidak menyesali keputusannya untuk bermain game bersamaku.


Aku mengajari Riko segalanya dengan sungguh-sungguh, mulai dari pembuatan karakter hingga cara bertarung.


Setelah semua siap, kami berdua keluar ke lapangan. Meskipun Riko tidak terbiasa dengan game, gerakannya yang kaku justru membuatnya semakin manis.


Mungkin itulah sebabnya? Biasanya, aku tidak peduli jika karakterku diserang, tapi jika karakter Riko yang diserang, rasanya sangat berbeda.


Aku merasa marah jika karakter Riko dikejar monster, dan perasaan ingin melindunginya muncul dengan sendirinya.


Aku pasti akan melindungi Riko.


"Sungguh hebat! Minato-kun, bagaimana bisa kamu begitu kuat!?“


"Ahaha. Itu karena hanya aku sudah terbiasa saja."


"Rasanya tidak mungkin seperti itu. Aku pasti tidak bisa melakukannya. Sungguh menakjubkan. Apakah kamu punya rahasia tentang kekuatanmu?"


"Entahlah... Sekarang aku hanya fokus melindungi Riko, jadi aku bergerak begitu saja."


"Melindungiku? ...Tunggu. Tiba-tiba kamu bilang begitu, itu tidak adil. Itu membuat jantung berdebar..."


"Eh?"


Riko menyebumikan wajahnya di bantal yang dipeluknya dan dia mengeliat.


Eh, eh?


"Ah, jantungku masih berdebar debar...Haa. Kupikir aku akan mati karena kegembiraan."


Suara Riko teredam, jadi aku tidak bisa mendengar dengan jelas.


Aku tidak mengerti mengapa dia berdebar-debar sambil memeluk bantal, tapi gerakannya sangat lucu.


"Minato-kun, seranganmu terlalu kuat..."


Sambil masih memeluk bantal, Riko menatapku dengan tatapan cemberut.


"Serangan itu, karena aku sering bermain, jadi perlengkapanku sudah solid."


"...Dasar tidak peka."


"Tidak peka?"

 

Apa aku mengatakan sesuatu yang aneh?


Meski aku tidak tahu apa yang salah, aku tidak bisa berpikir lebih jauh karena keimutan Riko.


...Tidak bisa. Aku sangat bahagia.


Tanpa sadar, aku menikmati waktu ini begitu dalam, sampai aku lupa bahwa Riko memiliki orang yang disukainya.


Tapi, tunggu sebentar. ...Oh, benar, itu benar.


Baik aku peduli atau tidak, kenyataan bahwa Riko memiliki orang yang disukainya tidak akan berubah.


Kalau begitu daripada sadar akan hal itu dan merasa seperti akan mati, bukankah lebih baik mengabaikan pikiran itu dan menikmati waktu bersama Riko seperti sekarang daripada membiarkannya membebani pikiranku?

 

Ini mungkin bukan pemikiran khasku yang pesimis, tapi waktu yang diberikan Riko hari ini sangat luar biasa sampai aku harus memaksakan diri untuk berpikir secara berbeda.


"Eh, Minato-kun. Bagaimana dengan bahan untuk ormor ini, maksudku, bukan bahan mentahnya...”


"Bahan?"


"Ya, bahan itu dijatuhkan oleh monster mana?"


"Oh, ‘Inti Naga Agung’. Itu adalah quest bos yang cukup sulit, tapi jika aku jadi pemimpin partai, aku bisa membawamu."


"Apa sulit jika aku ikut?"


"Hmm..."


Seperti yang Riko katakan. ...Bos yang kuat, kah.


Jelas bahwa dengan Riko yang baru mulai hari ini dan aku yang baru-baru ini agak malas, pertarungannya akan sangat sulit. Ini pasti akan sangat bergantung pada keberuntungan dan itu hampir seperti berharap pada keajaiban.


Tapi, jika keajaiban itu benar-benar terjadi...


──Aku akan mulai menikmati waktu bersama Riko dengan sepenuh hati!


"Baiklah, Riko, ayo kita coba."


"Ya! Meskipun aku mungkin akan menjadi beban, tapi aku akan berusaha melakukan yang terbaik!"


Aku akan melakukan yang terbaik untuk menjadi pelindung Riko. Tidak hanya itu, tapi jika memungkinkan, aku juga ingin mengalahkan musuh dengan baik dan memberikan rasa kegembiraan pada Riko.


Baiklah!


Aku memgertakam gigiku dan memegang kembali kontroler.


★★★


──Dan 45 menit kemudian.


Setelah perjuangam yang mebuat putus asa, kami akhirnya menang. Keajaiban benar-benar terjadi.


...Ketika hal seperti ini terjadi, aku hanya bisa menerima dengan lapang dada.


Meskipun Riko tidak menyukaiku, aku sudah bahagia hanya dengan berada di sampingnya, jadi aku tidak akan menghancurkan kebahagiaan kecil ini dengan tanganku sendiri.


Itu benar. Aku akan menikmati situasi ku saat ini sepenuhnya.


Dengar, orang yang Riko suka. Entah siapa pun kau, saat ini aku yang berada di samping Riko, menikmati senyum manisnya sendirian...!


Selanjutnya





Posting Komentar

نموذج الاتصال