> CERITA 2

CERITA 2

 Kamu saat ini sedang membaca   Tsukushita garina uchi no yome ni tsuite derete mo ī ka?  volume 2,  chapter 5 cerita 2. Kalo kamu menyukai karya ini silahkan tinggalkan jejak komentar. Dan juga jangan lupa dukung mimin dengan cara donet se iklasnya di Trkateer mimin buat mimin makinsemagat+buat dana untuk beli raw

NAMA KU ITU ADALAH RIKO NIIYAMA



Karena itulah, kami datang ke penginapan onsen di Atami dengan membawa kupon undangan yang kami terima. 


Meski tinggal serumah dengan Riko, bisa pergi berlibur bersama tetap terasa berbeda. 


Apalagi karena Riko menyebutnya sebagai 'pra bulan madu', aku jadi terlalu sadar akan hal itu dan jadi tidak tenang. 


Sampai beberapa minggu yang lalu, aku tak pernah membayangkan akan mengalami hal seperti ini, dan rasanya sungguh aneh. 


Sejak Riko mengatakan kalo dia menyukaiku dan membalas perasaanku, kejadian-kejadian membahagiakan yang sulit dipercaya terus terjadi. 


Rasanya seperti mimpi, aku begitu bahagia hingga rasanya tidak nyata...


Bahkan saat sedang berjalan ke resepsionis penginapan sambil membawa tas berisi barang untuk menginap semalam, aku masih merasa ini bukan kenyataan. 


Petugas resepsionisnya adalah seorang wanita muda sekitar pertengahan usia 20-an yang trlihat ramah. 


Setelah menyerahkan undangan yang dikirimkan, kami disambut dengan kata-kata selamat datang dan diminta untuk mengisi buku tamu. 


Pertama-tama, aku menuliskan namaku. 


Niiyama Minato


Kemudian nama Riko。


Hanae Riko


"Minato-kun! Salah, salah! Namaku sekarang juga sudah Niiyama, lho."


"Ah! Benar juga!"


Karena di sekolah Riko masih menggunakan nama lamanya, aku jadi keliru menulisnya. 


Nama yang salah itu kemudian dicoret dengan garis, dan aku menuliskan nama lengkap Riko yang benar di sebelahnya. 


Niiyama Riko


".........."


Melihat rangkaian huruf itu, aku benar-benar merasakan kalo aku telah menikah dengan Riko, dan wajahku langsung memanas. 


Petugas wanita di resepsionis yang mengamati interaksi kami sepertinya menyadari kalo kami adalah pasangan muda yang baru saja menikah. 

 

Dengan ekspresi seolah merasa terharu, wanita resepsionis itu memandangiku dan Riko, lalu mulai menjelaskan tentang layanan di penginapan. 


"Saat ini, sebagai layanan khusus untuk tamu wanita, kami menyediakan yukata berwarna secara gratis. Silakan pilih motif yang disukai. Kami telah menyiapkan ruang pamer di depan sudut oleh-oleh di sana, jadi jika berkenan, silakan dimanfaatkan, nyonya."


"Nyonya..."


Riko berbisik pelan, wajahnya memerah dan dia berkedip-kedip。


Mungkin sama seperti aku yang tadi gugup saat melihat nama keluarganya sama denganku, Riko juga secara refleks menyadari kenyataan kalo kami telah menikah ketika mendengar kata 'nyonya' tadi. 


Melihat reaksi Riko itu, aku jadi ikut malu. 


"Riko, ka-karena ini kesempatan, bagaimana kalau kau manfaatkan saja layanan itu?"


"U-um. Aku senang bisa mengenakan yukata yang imut."


Melihat percakapan canggung kami, senyum hangat wanita resepsionis itu semakin dalam. 


Pasti kami dianggap pasangan muda yang masih polos... 


Aku sangat malu... 


★★★


Setelah itu, kami memilih yukata Riko berdua, lalu diantar oleh staf ke kamar tempat kami menginap hari ini. 


Setelah staf tersebut pergi, seorang nakai datang menggantikan, menyajikan teh hijau dan kue tradisional, setelah kami menentukan waktu makan, akhirnya aku berdua saja bersama Riko di kamar bergaya Jepang yang tenang. 


[TL\n: Nakai (中居) adalah staf perempuan yang melayani tamu di penginapan tradisional Jepang (ryokan). Mereka bertugas menghidangkan makanan ke kamar, menyiapkan futon, dan memberikan pelayanan tamu lainnya dengan sopan santun khas Jepang.]


"Nee, Minato-kun。Ternyata rasanya tetap beda dibanding saat kita di rumah. Entah kenapa, aku jadi gugup."


Riko yang duduk di seberangku menggosok ujung jari tangannya dengan malu. 


Aku yang juga tidak tenang, memainkan cangkir teh sambil mengangguk. 


Suasana ini mirip seperti malam pertama kami jadian, saat semuanya terasa canggung. 


"Karena ini pra bulan madu, jadi aku jadi lebih sadar akan keberadaan Minato-kun dari biasanya... Soalnya sekarang kita sudah resmi pacaran, kan...?"


Riko menunduk menatap tatami, lalu dia menoleh ke arah lemari tempat futon disimpan. Dengan mata yang malu-malu, dia menatapku. 


"Kalo sampai terjadi sesuatu...bagaimana...?"


"......!?"


Ri-Riko-san...!?


Apa maksudmu 'Terjadi sesuatu'...!?


Riko sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda tidak suka. 


Sebaliknya, walaupun terlihat malu, tatapan matanya seolah menyiratkan kalo dia juga sedikit menantikan 'sesuatu' itu. 


Ngomong-ngomong, gadis yang sangat kusukai ini memang kadang melempar bom yang luar biasa.




Sebelumnya     Daftar isi

Posting Komentar

نموذج الاتصال