> CHAPTER 5 PERJALANAN PRA-BULAN MADU (BARU DITULIS)

CHAPTER 5 PERJALANAN PRA-BULAN MADU (BARU DITULIS)

 Kamu saat ini sedang membaca   Tsukushita garina uchi no yome ni tsuite derete mo ī ka?  volume 2,  chapter 5 cerita 1. Kalo kamu menyukai karya ini silahkan tinggalkan jejak komentar. Dan juga jangan lupa dukung mimin dengan cara donet se iklasnya di Trkateer mimin buat mimin makinsemagat+buat dana untuk beli raw

CERITA 1 AKU PERGI LIBURAN KE ONSEN BERSAMA ISTRIKU



Sudah beberapa minggu berlalu sejak hari ketika perasaanku akhirnya tersampaikan secara ajaib pada Riko, gadis yang telah lama kusukai, dan kami resmi menjadi sepasang kekasih.


Aku dan Riko menjalani hari-hari sibuk menjelang liburan musim panas dengan belajar keras untuk menghadapi ujian akhir semester.


Betapa lamanya beberapa minggu ini terasa... 


Tapi, akhirnya! Hari ini, seluruh mata pelajaran telah selesai diujikan!


Saat aku sedang larut dalam kegembiraan itu, sebuah email mengejutkan masuk ke kotakku.



************************************************************


Kepada: Tuan Niiyama Minato


Ini dari Toko Mukk Kamera Cabang Fujisawa.


Terima kasih telah berpartisipasi dalam Kampanye Hadiah Nyaman untuk Musim Hujan!


Setelah melalui proses undian yang ketat, kami dengan senang hati mengabarkan bahwa


Anda telah memenangkan Hadiah Utama: Perjalanan 2 Hari 1 Malam ke Penginapan Mewah di Atami Onsen.


Pengiriman hadiah akan dilakukan dalam rentang waktu antara satu minggu hingga satu bulan ke depan.


Harap menantikan dengan sabar.


Perlu diketahui bahwa jadwal pengiriman dapat berubah tergantung situasi.


Kami mohon pengertian Anda.


Kami juga mengharapkan dukungan berkelanjutan terhadap toko kami.


Toko Mukk Kamera Cabang Fujisawa


URL: http://**************************



************************************************************



Begitu melihat nama toko elektronik pengirimnya, aku langsung berseru "Ah!"


Benar juga.


Saat membeli kipas sirkulator, aku menerima 2 kupon undian untuk perjalanan ke onsen, lalu aku dan Riko mengisinya bersama hanya sekadar main-main.


Baiklah, aku harus segera memberitahukan ini pada Riko.

 

Aku keluar dari kamar dan menuju ruang tamu, di sana kulihat Riko sedang duduk bersimpuh di depan meja rendah sambil menyetrika cucian.


"Naa, Riko, ini gawat!"


"Un? Ada apa?"


Riko yang mengenakan celemek mengangkat wajahnya dan tersenyum lembut.


Penampilan barunya sebagai istri tetap saja terlalu megemaskan hari ini.


Gadis seperti ini bukan hanya jadi istriku, tapi juga kekasihku───benar-benar sulit dipercaya.


Aku tidak bisa menghitung berapa kali aku bertanya-tanya apakah aku sedang bermimpi


"Minato-kun?"


"Ah, maaf! Aku terpesona karena Riko terlalu imut."


Salah satu hal yang berubah sejak Riko menjadi kekasihku adalah ini.


Aku tidak perlu lagi menyembunyikan rasa sukaku terhadap Riko.


Tentu saja masih terasa canggung, tapi mengetahui kalo dia tidak membencinya───bahkan menerimanya───membuatku begitu bahagia hingga aku tidak bisa menahan diri untuk mengungkapkannya.


Setelah mendengar ucapanku, wajah Riko memerah sampai ke lehernya.


“Aku kipuji imut oleh Minato-kun... Aku senang, tapi aku juga malu."


"Ugh. Riko yang malu juga terlalu imut."


"Hyaaah. Tunggu! Jangan membuatku terlalu gugup..."


"'Jangan', maksudnya kau tidak suka aku seperti ini?"


Kalau Riko tidak menyukainya, aku harus segera memperbaiki diri.


Dengan pemikiran itu, aku buru-buru bertanya, Riko dengan wajah merah dan alis tampak resah, menggeleng pelan.


“Bukan tidak suka. Aku menyukai semua sisi Minato-kun..."


"Aku juga...! Aku menyukai semua sisi Riko!"


"Uwaaa, cukup! Dilarang membuat jantungku berdebar terlalu kencang seperti itu!"

 

Karena sama-sama malu, kami terdiam selama beberapa detik, lalu tertawa pelan di saat yang bersamaan.



"Ehehe, Minato-kun, hal seperti ini bikin malu."


"Ahaha, memang. Tapi aku merasa bahagia."


"Un. Terlalu bahagia sampai rasanya melayang."


Aku mendapat ilusi seolah bunga-bunga bermekaran menari di sekeliling kami.


Bisa melakukan percakapan seperti ini dengan Riko, seperti pasangan mesra, sungguh luar biasa.


Kami berdua... seperti pasangan yang sedang dimabuk cinta.


Kami bisa sampai pada tahap ini—Tuhan, terima kasih banyak...!


"Ngomong-ngomong, Minato-kun, aapa ada yang ingin kau bicarakan?"


"Benar! Sebenarnya──'


Berkat perkataan Riko, aku akhirnya mengingat tujuan awalku.


Setelah kuceritakan kalo aku memenangkan undian dari toko elektronik untuk perjalanan ke onsen, Riko langsung berlari ke arahku.


"Pergi berdua ke onsen itu! I-itu artinya!?"


"Artinya?"


"Kita bisa pergi untuk pra-bulan madu!"


"Pra-bulan madu!!"


Betapa menggoda kata-kata itu.


"Bagaimana ini, Minato-kun...! Aku senang sekali!"


Riko yang gembira menggenggam kedua tanganku erat-erat dan mengayunkannya berulang-ulang.


Ti-tidak, ini terlalu imut!?


Karena pesona Riko yang meledak-ledak, jantungku hampir tidak sanggup menahan beban kebahagiaan ini.


 

Sebelumnya     Daftar isi    Selanjutnya

Posting Komentar

نموذج الاتصال