Kamu saat ini sedang membaca Inkya no ore ga Sekigae de Skyubishojo ni kakomaretara Himitsu no kankei ga hajimatta volume 2, epilog. Kalo kamu menyukai karya ini silahkan tinggalkan jejak komentar. Dan juga jangan lupa dukung mimin dengan cara donet se iklasnya di Trkateer mimin buat mimin makin semagat+buat dana untuk beli raw
Bus melaju di jalan tol, dan ketika kami kembali ke kota asal, Natsuhama, hari sudah menjelang sore.
"Hari ini kalian sudah bekerja keras~. Hati-hati di jalan pulang, ya~"
Begitu turun dari bus, sensei mengatakan itu, dan seluruh rombongan langsung dibubarkan di tempat.
Akhirnya, bubar juga...
Sungguh hari yang panjang dan penuh kejutan.
Perasaanku sekarang benar-benar berbeda dibanding saat pagi tadi, ketika aku datang ke sekolah dengan penuh harapan bisa melakukan permainan S&M bersama Rui.
Aku menyadari betapa luar biasanya Rui, dan juga mengerti bagaimana perasaan Rui terhadapku.
Memang pada akhirnya aku tidak bisa melakukan permainan S&M, tapi rasanya aku telah mendapatkan kejutan yang sebanding.
Setelah liburan musim panas ini selesai...aku akan menjadi tangan kanan Rui, ya.
Meskipun aku seorang inkyā, otaku, dan tidak bisa dipungkiri seorang mesum...kalo aku bisa sedikit saja menjadi kekuatan bagi Kuroki Rui, maka aku ingin melakukannya.
Itulah yang benar-benar kurasakan hari ini.
"Baiklah, setelah pulang seperti biasa aku akan bersantai untuk memulihkan tenaga menyambut semester 2──"
".......Ryōta-senpai."
Eh.....?
Tiba-tiba seseorang memanggilku dari belakang, dan membuatku tersentak.
Suara ini, Hi-Himesaki...!?
Aku menoleh dengan waspada.
Rambut panjang merah yang bersinar ditimpa cahaya matahari senja.
Yang berdiri di sana adalah kouhai gadis cantik yang tak kalah menawan dibandingkan Rui.
"Maaf telah menghentikanmu secara tiba-tiba."
Tunggu dulu. Barusan dia memang memanggilku Ryota, kan.
".....U-uh, itu bukan masalah sih kalo kau mau menghentikanku. Tapi, sebenarnya Himesaki-san, kenapa kau tahu namaku? Seingatku kita belum pernah bertemu sama sekali."
"Lebih penting dari itu, Ryota-senpai...di gerbang stadion tadi, kau berbicara dengan Kuroki Rui-senpai, kan?"
Ke-Kenapa dia tahu itu...
"Kau berbicara dengannya, kan?"
Himesaki mengulangi pertanyaannya sambil menampilkan senyuman yang memancarkan pesona misterius.
"Sebenarnya, aku sudah tahu tentang ra-ha-si-a antara Ryota-senpai dan Rui-senpai♡"
"Eh..."
Aku dan Rui, punya rahasia, katanya?
Itu...yang mana yang dia maksud!?
Karena terlalu banyak kemungkinan, aku tidak bisa menyembunyikan kegugupanku.
"Kalo orang lain tahu kalo kalian melakukan hal-hal seperti ini dan itu, bukankah itu akan sangat merepotkan?"
"A-aku tidak tahu apa yang kau bicarakan."
"Kalo kau tidak ingin rahasianya tersebar, Ryota-senpai harus menjadi anjingku."
"Hah..."
Keringat mulai membasahi pipiku secara perlahan.

