Kamu saat ini sedang membaca Nazotoki Yuusha no Seirei Musou volume 1 prolog. Kalo kamu menyukai karya ini silahkan tinggalkan jejak komentar. Dan juga jangan lupa dukung mimin dengan cara donet se iklasnya di Trkateer mimin buat mimin makin semagat+buat dana untuk beli raw
──────Dunia ini telah berevolusi berkat 'Hihou' (harta karun yang tersembunyi) yang memiliki kekuatan luar biasa.
Hihou〈Yamachino〉 yang ditemukan 300 tahun lalu, dengan sekali tebas mampu menembus pegunungan, menjadi landasan bagi hubungan diplomatik yang lancar antarnegara. Hihou berbentuk payung〈Amagafuri yang Membasahi Padang Gersang〉 pernah menyelesaikan masalah pangan dunia dalam sekejap, bahkan mengangkat kegiatan makan menjadi bentuk hiburan─────semua itu masih segar dalam ingatan.
Secara harfiah, Hihou menuliskan ulang dunia.
Artefak-artefak transdimensi yang mencakup Hihou ini, disebut sebagai 'Ibutsu', tersebar di seluruh benua dan tertidur dalam peninggalan generasi terdahulu──'Dungeon'.
Untuk mendapatkannya, seseorang harus mengalahkan monster yang jauh lebih kuat dari manusia.
Para pemberani yang pergi ke tempat-tempat penuh maut itu, disebut orang-orang dengan penuh hormat sebagai 'hunter'.
Bouken-sha menantang Dungeon dengan berbagai 'Ginou'.
Seorang ksatria yang menggunakan 【Pedang】 akan menerjang ke tenggorokan monster tanpa takut akan serangan balik.
Sebaliknya, seorang pelindung yang menguasai 【Perisai】 akan bertahan demi melindungi diri dan rekan-rekannya. Dan seorang penyihir yang berbakat dalam 【Sihir Angin】 atau 【Sihir Kegelapan】 akan membinasakan monster dalam jumlah besar.
Tapi, bagaimana dengan 【Pengetahuan】.
Di antara semua Ginou yang ada saat ini, hanya aliran 【Pengetahuan】 yang sama sekali tidak memiliki cara untuk mengalahkan monster.
Karena itu, aliran ini dianggap tidak berguna dalam penaklukan Dungeon demi memperoleh Hihou.
Akan tetapi, itu hanya karena tak seorang pun yang mengetahuinya──────.
Kalo di kedalaman Dungeon, terbentang sebuah dunia yang hanya dapat dibuka dengan 【Pengetahuan】.
...Dan kemudian.
『Masih...sepertinya belum ada seorang pun yang bisa sampai ke sini, ya』
Di tempat seperti itulah, seorang gadis terus menanti 'pahlawan' dengan penuh kesetiaan.


0 Komentar